| Author |
Post |
|
|
#1 Thu Mar 12, 2009 6:25 pm
|
|
Member
Registered: Feb 2009
Posts: 97
Location: Tuban Jawa Timur
|
Evolusi adalah fenomena yang kontroversi dalam dunia Biologi. Pemahaman banyak orang menjadikan teori ini semakin diperdebatkan sampai saat ini. Seperti yang diuraikan dalam Dua Abad Darwin dalam National Geographic Indonesia edisi Februari 2009, semua berawal dari Darwin pada tahun 1859 menerbitkan The Origin of Species yang kemudian dari teorinya itu berkembang sampai saat ini. Bisa jadi benar bahwa seleksi alam memilki peranan yang dominan dalam evolusi. Kalau boleh berpendapat, evolusi itu terjadi bukan berasal dari satu makhluk yang kemudian berkembang menjadi makhluk hidup yang bervariasi dan keberadaan makhluk hidup pertama kali bukan terjadi karena kebetulan tetapi karena penciptaan Tuhan Yang Maha Esa, dan Tuhan menciptakan makhluk yang bervariasi dan dalam waktu yang dinamis. Kemudian makhluk itu berkembang dan berevolusi sesuai jalurnya masing-masing. Artinya setelah penciptaan awal makhluk itu berevolusi menjadi spesies-spesies baru yang masih dalam koridor yang sama dengan spesies sebelum-sebelumnya. Misalnya pada burung pipit awal kemudian berkembang menjadi berbagai spesies pipit yang ada sekarang, atau yang paling terkenal adalah riwayat kuda, begitu juga hominid yang ada sekarang merupakan evolusi dari haminid sebelumnya dan manusia bukan berada pada jalur evolusi hominid karena dalam Al-Qur’an penciptaan manusia jelas dan tidak mungkin kecerdasan manusia atau akal manusia adalah hasil evolusi. Menurut penelitian memang benar gen-gen yang ada pada makhluk hidup adalah sama. Namun jalur evolusi membuat perkembangannya terbatasi. Oleh karena itu secara genetis penurunan sifat hanya berlaku untuk spesies yang ada pada jalur evolusinya. Karena perubahan posisi kode-kode genetik hanya mempengaruhi perubahan skala kecil saja pada fenotipnya karena tuntutan adaptasi dengan lingkungan untuk tetap survive. Tidak pernah terbukti perubahan letak kode-kode genetis yang mengakibatkan perubahan dari satu spesies menjadi spesies-spesies baru yang sangat jauh berbeda fenotipnya apalagi etologinya. Seperti yang diungkapkan Harun Yahya pada mekanisme perilaku beberapa hewan, salah satunya mekanisme terbang pada burung. Tidak mungkin hal-hal yang khas pada tiap makhluk hidup itu diturunkan dari makhluk hidup sebelumnya yang bukan pada jalur evolusinya. Selama ini fosil yang digunakan sebagai bukti evolusi makhluk hidup dengan menyusunnya seolah-olah perkembangan makhluk hidup berasal dari air kemudian naik ke daratan. Namun, sejauh ini fosil yang ditemukan tidak pernah lengkap dan ditebak untuk merekonstruksi bentuk utuhnya. Lebih fatalnya fosil-fosil yang ditemukan itu bukan dari jenis yang sama kemudian disatukan. Kesimpulannya Evolusi berjalan dari spesies yang ada sebelumnya manjadi spesies saat ini sesuai jalur evolusinya. Jadi saat ini perlu kiranya untuk mengevaluasi lagi tentang nama ilmiah manusia karena manusia bukan golongan hominidae. Lalu kenapa tidak membuat taksonomi makhluk hidup berdasarkan tingkat kecerdasannya? Ini adalah sebua gagasan dari seorang amatir yang masih perlu banyak belajar. Lebih jauh. Bisa jadi benar apa yang saya kemukakan dan bisa jadi juga salah.
|
|
|
#2 Thu Mar 12, 2009 6:41 pm
|
|
Administrator
Registered: Jan 2009
Posts: 660
Location: Jakarta
|
Mungkin poin penting dari teori evolusi adalah soal "survival of the fittest" ya. Manusia modern dan manusia purba (mungkin) pernah hidup sezaman, namun karena manusia modern lebih bisa beradaptasi (terhadap perubahan lingkungan), maka kita bertahan. Garis waktu kehidupan makhluk hidup sepertinya memang tidak segaris. _______________ Administrator Forum NGI Online
|
|
|
#3 Thu Mar 12, 2009 7:02 pm
|
|
Member
Registered: Mar 2009
Posts: 10
Location: Saga City, Japan
|
batgus wrote Lalu kenapa tidak membuat taksonomi makhluk hidup berdasarkan tingkat kecerdasannya? Ini adalah sebua gagasan dari seorang amatir yang masih perlu banyak belajar. Lebih jauh. Bisa jadi benar apa yang saya kemukakan dan bisa jadi juga salah.
sekedar info, bahkan para ahli taksonomi sekarang...agak2 gimana...gitu karena klasifikasi makhluk hidup sekarang di¨acak2¨ oleh biologi molekuler--itu lho bikin pohon kekerabatan lewat DNA sequencing
|
|
|
#4 Fri Mar 13, 2009 6:11 am
|
|
Member
Registered: Feb 2009
Posts: 97
Location: Tuban Jawa Timur
|
itu yang terjadi saat ini. memang benar kode-kode genetik makhluk hidup sama hanya susunannya saja yang berbeda. tapi jangan disebut dari nenek moyang sama. Karena Evolusi bukan perubahan tapi perkembangan. ini bisa di analogikan dengan ontogeni. embrio manusia hanya akan berkembang menjadi manusia, embrio ayam hanya akan berkembang menjadi ayam, embrio ikan hanya akan berkembang menjadi ikan, dsb. begitu juga secara filogenik. makhluk hidup diciptakan pada masa yang dinamis kemudian berkembang menjadi makhluk yang tidak jauh berbeda dari nenek moyangnya.
|
|
|
#5 Fri Mar 13, 2009 12:00 pm
|
|
Member
Registered: Mar 2009
Posts: 29
|
batgus wrote memang benar kode-kode genetik makhluk hidup sama hanya susunannya saja yang berbeda. tapi jangan disebut dari nenek moyang sama.
kalau pendapat yg simpel bilang, tentu saja sama wong penciptanya sama saya setuju kalo ada makhluk yg berevolusi, dan ada yg tidak tapi saya masih bingung dengan fosil" manusia purba yg ditemukan di beberapa daerah itu, meskipun saya pernah mendengar bahwa ada fosil" yg ternyata palsu
|
|
|
#6 Fri Mar 13, 2009 2:20 pm
|
|
Member
Registered: Feb 2009
Posts: 97
Location: Tuban Jawa Timur
|
bingungnya dimana bos?
|
|
|
#7 Fri Mar 13, 2009 7:03 pm
|
|
Member
Registered: Mar 2009
Posts: 29
|
maksudnya kan penemuan fosil" itu dijadikan sebagai bukti bahwa manusia itu mengalami evolusi, sedangkan saya juga termasuk yg percaya bahwa manusia itu penciptaannya jelas dan bukan hasil evolusi, lalu yg menjadi pertanyaannya, sebenarnya fosil" yg diklaim sebagai fosil manusia purba itu fosil apa? kenapa bentuknya memang sangat menyerupai kera, begitu...
|
|
|
#8 Fri Mar 13, 2009 9:09 pm
|
|
Member
Registered: Feb 2009
Posts: 97
Location: Tuban Jawa Timur
|
O.. itu, fosil-fosil itu beda dengan manusia. spesies manusia pertama y adam. spesies yang hidup di plestosen yang di sebut homo sapiens itu pun saya kurang sepakat kalau di sebut manusia. seperti halnya makhluk yang lainya yang berevolusi sesuai jalurnya. dan kalau menurut saya pohon filogenik yang di pakai sebagai jalur evolusipun saya juga kurang sepakat. itu hanya menunjukkan tingkat kekerabatan yang di dasarkan benyaknya kesamaan ciri.
sebenarnya saya ingin membicarakan tentang fosil dan evolusinya dengan Prof. Yacob, namun belum datang kesempatan itu, beliaunya sudah wafat terlebih dahulu. padahal dia satu-satunya ahli yang handal di Indonesia
|
|
|
#9 Sat Mar 14, 2009 12:49 pm
|
|
Member
Registered: Mar 2009
Posts: 29
|
^ Prof. Yacob itu siapa ya? hehe.. maaf kalo saya kurang tahu..
|
|
|
#10 Sat Mar 14, 2009 1:58 pm
|
|
Member
Registered: Feb 2009
Posts: 97
Location: Tuban Jawa Timur
|
Beliau adalah ahli antrhopologi dan erkeologi Indonesia yang diperhitungkan di dunia Internasional
|
|
|
#11 Sat Mar 14, 2009 4:21 pm
|
|
Member
Registered: Mar 2009
Posts: 10
Location: Saga City, Japan
|
uzee wrote ^ Prof. Yacob itu siapa ya? hehe.. maaf kalo saya kurang tahu..
Prof. Yacob itu dosen nya dosenku di UGM beliau adalah ahli di bidang Paleoantropologi beliau juga yang membantah klaim ilmuan Australia ttg Homo floresensis (im not sure w/the spelling) perdebatan itu sempat menjadi sorotan dunia
|
|
|
#12 Sat Mar 14, 2009 8:19 pm
|
|
Member
Registered: Feb 2009
Posts: 97
Location: Tuban Jawa Timur
|
lebih tepatnya seperti yang dikatakan mbak ajengpramono. saya cuma pernah kebetulan aja ketemu dengan beliau waktu di sangiran
|
|
|
#13 Sun Mar 15, 2009 9:03 pm
|
|
Member
Registered: Mar 2009
Posts: 45
Location: Jakarta Pusat
|
Quote penelitian memang benar gen-gen yang ada pada makhluk hidup adalah sama
makhluk hidup yang mana dulu nih? MANUSIA, manusia dengan makluk yang lainya yah jelas berbeda gen-gen manusia itu sekitar 30.000. setiap gen biasanya ada beberapa variasiny, 1 gen kalau kita lihat dari komponennya yaitu ( saya lupa istilahnya ada di Nationa Geographic ). umpamanya :manusia dengan simpanse 2-3 %, manusia dengan ayam 20%. so, yang membedakan adalah strukturnya.« Last edit by Adri on Sun Mar 15, 2009 9:07 pm. »
|
|
|
#14 Mon Mar 16, 2009 9:34 am
|
|
Member
Registered: Feb 2009
Posts: 97
Location: Tuban Jawa Timur
|
kodenya sama bos cuma beda di urutan susunan dan jumlah frekuensinya. para ahli mengaakan itu adalah bukti evolusi yang menguatkan bahwa makhluk hidup berasal dari nenek moyang awal yang tidak berbeda. memang bener Urutan itu bisa berubah dalam skala waktu evolusi, tapi tetap saja perubahan itu sangat kecil dan untuk merubah fenotip yang jauh berbeda dengan makhluk awal sangat tidak mungkin. jadi menurut saya kesamaan kode hanya bisa menjelaskan kekerabatan bukan asal yang sama.
|
|
|
#15 Mon Mar 16, 2009 7:43 pm
|
|
Member
Registered: Mar 2009
Posts: 45
Location: Jakarta Pusat
|
Piiiiiiiiiis Batgus, maklum nih saya masih kuliah itu, pernah baca-baca aja di Science book's
|
|
|
#16 Mon Mar 16, 2009 7:57 pm
|
|
Member
Registered: Mar 2009
Posts: 29
|
batgus wrote jadi menurut saya kesamaan kode hanya bisa menjelaskan kekerabatan bukan asal yang sama.
kekerabatan itu bukannya yg digunakan sebagai dasar bahwa makhluk itu berasal dari nenek moyang yg sama atau tidak ya??
|
|
|
#17 Mon Mar 16, 2009 10:40 pm
|
|
Member
Registered: Feb 2009
Posts: 97
Location: Tuban Jawa Timur
|
ya begitulah menurut mereka. tapi saya kurang sepakat. sama-sama maz andri, saya juga lagi belajar kok.
|
|
|
#18 Tue May 19, 2009 9:07 am
|
|
Member
Registered: May 2009
Posts: 5
Location: JakSel
|
Salam kenal, Mas Batgus.. Dimanakah perbedaan mendasar antara pemikiran Darwin dengan Harun Yahya? Soal jalur evolusi dimana asal muasal nenek moyang kita kah? Mohon pencerahannya. Trima kasih. 
|
|
|
#19 Fri Jun 12, 2009 3:23 pm
|
|
Member
Registered: Jun 2009
Posts: 5
Location: Jakarta
|
untuk masalah ayat Al-Quran yang menerangkan bagaimana penciptaan manusia "kelihatanya" memang tidak mungkin jika manusia ikut mengalami evolusi. Tapi dalam Al-Quran hanya dituliskan bahwa Adam AS diciptakan dari tanah liat, lalu karena melanggar larangan Tuhan maka ia diturunkan ke Bumi, tapi kan tidak diceritakan tuh bagaimana proses turunya Adam ke bumi. Bisa saja diturunkan secara evolusi. Pertama2 menjadi organisme monosel lalu lama kelamaan berubah menjadi organisme yang lebih kompleks.
|
|
|
#20 Fri Jun 19, 2009 9:59 pm
|
|
Member
Registered: Feb 2009
Posts: 97
Location: Tuban Jawa Timur
|
lo benar seperti itu napa gak pernah ada bukti maupun petunjuk yang mengarah ke sana
|
|
|
#21 Tue Jun 23, 2009 8:30 pm
|
|
Member
Registered: Jun 2009
Posts: 5
Location: Jakarta
|
dh da x Mas.d dpn mata qta sendiri cm qta msh blm mengakui.genetika manusia kn persentasenya besar s x dgn kera. & Darwin menyatakan bahwa semua makhluk d Bumi ini berasal dari moyang yg sama
|
|
|
#22 Sun Jul 05, 2009 12:09 am
|
|
Member
Registered: Jul 2009
Posts: 21
Location: J-town
|
ikutan yh...
ak tnggepin scara ilmiah yh...
klo pd binatang.....
memang alam akan melakukan 'seleksi' trhdap mahluk2 hidup sperti kita.. kan dia dh bkin experimen d pulau galapagos dgn menggunakan burung finch (lupa nma latin nya) trnyata burung yg sama ketika beda tmpat hidupny maka ia berevolusi untuk mengatasi keadaan..
klo dgn tumbuhan..
aku setuju krna emg ad tumbuhan dari lumut sampe yg gede2 bgt ^^ (secara filogenik mereka berhubungan) karena berevolusi dari talus sampe monokotil n dikotil...
tentang mahluk hidup..
dari buku2 yg dh aku baca.. disebutkan bahwa origin kita adalah mahluk prokariot.. mereka berevolusi (sry susah gw gambarinya T__T) trus jadi ekuariot (jadinya binatang) prokariot fotosintetik (jadinya tumbuh2n dh)
begitu..
|
|
|
#23 Fri Jul 17, 2009 2:14 pm
|
|
Member
Registered: Jul 2009
Posts: 24
|
kalo diperhatiin, antara makhluk "tingkat rendah" dengan makhluk "tingkat tinggi" ada jalur semacam mekanisme menuju kesempurnaan yang akhirnya adalah manusia yang diciptakan dalam wujud yang sebaik2nya. dalam tataran yang lebih luas, alam semesta terbentuk dalam beberapa periode, padahal Tuhan bisa aja bikin sekali jadi sekejap beres
kalo harun yahya bilang ada mekanisme penciptaan besar kemudian pemusnahan massal, lalu makhluk2 periode berikutnya diciptakan lagi secara serempak, tapi kenapa Tuhan ga bikin makhluk yang 100% berbeda? lagipula ada banyak makhluk yang ga ikut musnah! bagaimanapun ga mungkin untuk menafikkan adanya kemiripan yang antara makhluk primitif dengan makhluk modern, bahkan beberapa makhluk dari spesies yang sama udah melewati beberapa jaman, semacem pakis, kura2, kecoa, dan dari kemiripan itulah darwin menyimpulkan perubahan secara bertahap dalam waktu yang lama, tapi ilmu molekuler membantah semua itu
kalo saya berpendapat, mungkin Tuhan memang telah berencana menciptakan manusia sejak jaman paling awal banget, tapi dilakukan secara bertahap, mulai dari penyusunan alam semesta, galaksi bimasakti, sistem tata surya, pembentukan bumi, makhluk2 yang memang dirancang mampu hidup sesuai dengan keadaan bumi pada setiap masanya, tapi semuanya berlangsung dalam koridor yang diarahkan akan menuju sistem tata hidup dan kehidupan yang lebih baik
hikmah dari itu yang saya tangkap adalah agar dalam melakukan segala sesuatu, manusia selalu berusaha membuat perencanan yang matang, proses kegiatan yang baik dan penyelesaian akhir yang "sempurna", dan menjadi lebih baik berarti untung, tetap sama berarti merugi serta menjadi lebih buruk adalah celaka
|
|
|
#24 Sat Aug 01, 2009 11:45 am
|
|
Member
Registered: Feb 2009
Posts: 97
Location: Tuban Jawa Timur
|
evolusi bener dan mengarah kepada bentuk yang lebih sempurna harusnya ada fosil antara dalam jumlah yang sangat besar. benar memang Tuhan menciptakan makhluk pada masanya tapi tidak serta merta memusnahkannya serentak juga. Pada Cambrio hanya di temukan fosil trilobita saja. berbeda dengan zaman sesudahnya fosil dominan bukan lagi trilobita. kalo evolusi benar harusnya ditemukan fosil makhluk yang tidak sempurna atau makhluk antara. Begitu juga dengan Arkeophiterix yang disebut-sebut sebagai nenek moyang burung, lalu dimana makhluk antara nenek moyang ini menuju ke bentuk burung yang lebih sempurna? Kenapa terus nenek moyang kelelawar apa? Kelelawar Mamalia. Bagaimana menjelaskan reptil kemudianmenjadi burung ato mamalia, bagaimana sisik kemudian menjadi Bulu ato rammbut yang secara struktur sangat rumit dan memiliki fungsi masing-masing... bagaimana menjelaskan evolusi perilaku khas dari masing-masing spesies? Contoh kecil bagaimana frekuensi sonar ekolokasi kelelawar di peroleh ketika dia berasal dari nenek moyang yang berbeda dengannya (reptil)?
|
|
|
#25 Thu Sep 24, 2009 8:18 pm
|
|
Member
Registered: Sep 2009
Posts: 2
|
Aku msh bingung nih, apakah hal ini ilmiah..berkenaan dengan bahasan tentang bagaimana dinosaurus berubah menjadi burung, para evolusionis telah lama memperdebatkannya, dan mengajukan dua teori. Yang pertama adalah teori "kursorial". Menurut teori ini, dinosaurus berubah menjadi burung dengan cara melompat dari tanah ke udara. Adapun para pendukung teori kedua tidaklah sependapat dengan teori kursorial ini. Mereka berkata, mustahil dinosaurus berubah menjadi burung dengan cara demikian. Menurut teori kedua ini, dinosaurus yang hidup di dahan pepohonan berubah menjadi burung karena berusaha melompat dari dahan ke dahan. Ini biasa disebut sebagai teori "arboreal". Bagaimana dinosaurus bisa melompat ke udara? Jawabannya sudah tersedia: "Karena mencoba menangkap serangga terbang."...pertanyaan saya...APAKAH SUDAH ADA BUKTI2 ILMIAH SPERTI FOSIL PERALIHAN MISALNYA..DAN BUKAN ILUSTRASI2 SAJA (mohon maaf saya sama sekali tidak percaya ilustrasi walaupun terdapat di NG sekalipun, krn menurut saya itu sam sekali tdk ilmiah)...mohon penjelasanyaa ..bagaimana kira2 status kedua teori tersebut, apakah mash di pakai atw msh jdi acuan ? terima kasih sebelumnya
|