| Author |
Post |
|
|
#1 Sat Aug 28, 2010 2:27 am
|
|
Moderator
Registered: Mar 2009
Posts: 1813
|
Save Our Pohon Baobab (Adansonia digitata) di IndonesiaTulisan ini muncul setelah melihat sampul NGI terbaru edisi September, yaitu pohon Baobab di Madagaskar (Adansonia grandidieri) yang baru saya dapat hari ini, Jumat 27 Agustus 2010. Kaget karena 2 hari sebelumnya mendapat cerita dari seorang teman, kolega Eko Wardhana seorang pecinta tanaman dan arsitek lansekap, yang menemukan bersama temannya kalo pohon Baobab ternyata terdapat di Indonesia. Yang ada di Indonesia ini dari jenis Adansonia digitata, yang berasal dari Afrika.  _ Baobab di Madagaskar _ diantara 2 Baobab di SubangPohon ini ditemukan/dikenali berada di daerah Subang, di area perkebunan tebu sekitar pabrik gula (sekarang PG Rajawali Subang). Konon pohon ini dibawa oleh Belanda dari Afrika dan ditanam di perkebunan tebu serta karet yang tersebar di Jawa sebagai landmark kawasan. Usia pohon ditengarai sekitar lebih 100an th. Adapun jumlah pohon Baobab yang ditemukan di Subang ada 9 pohon. Masyarakat setempat mengenal pohon ini dengan nama Ki Tambleg. Kabarnya 3 diantaranya, yang berada di tepi jalan dan permukiman akan dipindahkan. Menurut Eko dkk. daripada ditebang oleh masyarakat nantinya karena mengganggu, bersama tim Trubus ketiga pohon tersebut akan dipindahkan. 2 ke UI Depok dan 1 ke IPB Bogor atas permintaan otoritas 2 kampus tersebut.  _ 2 diantaranya yang akan dipindahkan _ Ki TamblegYang jadi pertanyaan saya pada teman saya itu, apakah layak pohon yang eksotis dan langka ini (tentunya juga memiliki nilai sejarah) dipindahkan. Karena letaknya yang sangat dekat dengan beberapa rumah dan akan ditebang oleh masyarakat, alangkah baiknya pohon ini diselamatkan. Jadi masih bisa diterima kalo sebagian pohon ini dipindahkan asal dengan cara2 atau kaidah pemindahkan yang baik (tidak asal2an) mengingat umur dan ukurannya. Kabar terbaru yang saya terima berkata lain, dini hari ini ini menurut Eko, mereka (pihak UI) menginginkan memindah seluruh pohon ke UI. Wah udah gak bener ini... karena nilai kelestarian dan kaidah konservasi sudah dilanggar menurut saya. Sebab keberadaan 6 pohon lainnya baik2 saja dan berada di tengah2 area perkebunan dan masyarakat pun menghedaki pohon2 tersebut tetap berada di tempatnya karena merupakan bagian tak terpisahkan dari wilayah mereka (kecuali yang 3 tadi). Belom lagi cara2 pemindahan yang tidak selayaknya. Pemindahan pertama akan dimulai hari ini. Menurut saya yang awam sih pemindahan pohon besar begini ada aturannya seperti referensi di sini http://www.treemover.com/. Mungkin kita belum memiliki teknologinya tapi kan tetap bisa diusahakan dengan alat2 yang kita miliki dengan tetap menjaga keutuhan pohonnya. Referensi proses pemindahan:    Pengen sih bisa datang mengamati dan mengabadikan prosesnya serta mendokumentasikannya Tentang Baobab lebih lanjut http://en.wikipedia.org/wiki/Adansonia« Last edit by siary on Sat Aug 28, 2010 11:52 am. »
|
|
|
#2 Sat Aug 28, 2010 2:52 am
|
|
Moderator
Registered: Mar 2009
Posts: 1813
|
..update foto sore tadi  _ Dua Pohon ini yg pantas utk diselamatkan karena bersinggungan langsung dgn kegiatan manusia, bukan yg ada di ladang tebu yg selama ini sudah terpelihara dgn baik oleh masyarakat setempat dan pabrik gula Rajawali
|
|
|
#3 Sat Aug 28, 2010 2:54 am
|
|
Moderator
Registered: Mar 2009
Posts: 1813
|
..kebayang kan mindahin segini besarnya?  
|
|
|
#4 Sat Aug 28, 2010 5:58 am
|
|
Member
Registered: Aug 2010
Posts: 6
|
Salam sejahtera kawan, Terima kasih Ary untuk mulai menyuarakan masalah ini di forum. Saya ingin meluruskan beberapa hal seperti berikut di bawah ini ; -Sampai pada saat ini saya belum pernah melihat ketertarikan IPB untuk ikut menyelamatkan species langka ini secara resmi, saya yakin karena mereka memilih untuk lebih berhati hati dalam pelaksanaannya. Awalnya adalah saya dan beberapa kawan sesama pemerhati dan penggemar tanaman merasa beruntung oleh ajakan dari seorang sahabat baik saya yang bernama Iwan untuk melihat langsung salah satu species pohon Baobab yang tumbuh di beberapa tempat di Indonesia, khususnya di pulau Jawa beberapa tahun yang lalu. Semua foto yang telah ditampilkan adalah pohon Baobab ( genus Adansonia Digitata ) berlokasi di sebuah desa di Subang seperti yang telah diceritakan oleh Ary. Beberapa minggu yang lalu saya sangat senang karena majalah Trubus telah menerbitkan edisi yang memuat tentang keberadaan species ini di Subang. Diikuti oleh informasi yang saya terima bahwa pihak Rektorat Universitas Indonesia menyatakan minatnya untuk " Menyelamatkan" kelangsungan hidup dari beberapa pohon yang ada untuk dapat dipindahkan ke lokasi kampus mereka sehubungan dengan kegiatan penanaman species langka yang dimotori oleh seorang Rektor . Terus terang saya merasa gembira atas berita ini karena menurut pengamatan kami pantas untuk dapat dilaksanakan mengingat kondisi yang cukup beralasan yaitu semakin besarnya faktor kebersinggungan mereka dengan kegiatan/aktifitas/pembangunan masyarakat karena letaknya yang berada tepat di pinggir jalan utama desa. Fakta yang kami dapat dari sisa2 pemotongan dahan bahkan percobaan penebangan memang mendukung pendapat kami di atas ( ada 3 pohon di pinggir jalan dari keseluruhan 9 pohon yang sudah kami liat di lokasi ). Harapan kami cukup besar karena keyakinan kami atas minat dari sebuah institusi akademis besar yang akan melakukannya dengan baik dan benar mengingat tingkat kesulitan yang sangat tinggi yang berkaitan dengan pemindahan pohon2 berukuran besar dan berumur cukup tua. Kemarin ( 27 agustus 2010) saya menyempatkan diri untuk ikut menyaksikan pelaksanaan kegiatan tersebut. Hal yang saya temukan sangatlah berlawanan dengan harapan saya sbb; - Tidak adanya tata cara pelaksanaan yang baik dan benar alias tanpa perencanaan yang matang. - Tim mereka hanya bekerja untuk mengejar target penanaman kembali di lokasi sekitar Kantor Rektorat UI sebelum Lebaran. Kaget betul saya dibuatnya. - Dari pembicaraan yang terdengar bahkan mereka tidak benar2 faham akan arti "Penyelematan)" dengan keputusan untuk memindahkan beberapa pohon yang sehat-bahagia serta tumbuh sempurna tanpa gangguan yang berarti selama puluhan bahkan mungkin ratusan tahun di tengah areal perkebunan. Menurut saya ini adalah sebuah perampokan terbuka atas hak masyarakat setempat yang telah menjaga keberadaan pohon2 ini secara turun temurun bersama juga bantuan dari pihak perkebunan tebu setempat dari tangan2 jahil yang telah berusaha berkali-kali untuk mencuri baik pohon ataupun dahan yang dipotong untuk diperbanyak dengan tujuan komersil. Yang pantas untuk diselamatkan dengan rencana pemindahan ini adalah 3 pohon yang terletak tepat di pinggir jalan. - Ketika tim tersebut menentukan pohon yang mana yang akan dibongkar saya dibuat lebih kaget dan marah karena hanya 1 dari 3 pohon yang pantas untuk "diselamatkan" terpilih untuk dipindahkan. Satu lainnya dari 2 pohon yg akan dilaksanakan pemindahannya adalah salah satu dari 6 pohon yang tumbuh sempurna di atas areal perkebunan tebu. Lebih marah lagi ternyata mereka menentukan pohon lainnya setelah memerintahkan penggalian pada 1 pohon dengan memakai peralatan yang tidak pantas karena menyalahi pakem. ( gali dulu abis itu teriak seperti anak kecil " eh ga jadi deh, yang itu aja tuh kayaknya lebih bagus" ). Astaga....! Udah luka nih yang ini, gara2 pacul tenaga cabutan yang sama sekali tidak tahu bagaimana kita harus menjaga betul kondisi akar2 yang terpotong ! Sedih, marah dan kecewa karena kami dianggap sebagai penggangu padahal kami hanya betul ingin menyaksikan pelaksanaan ini berdasarkan kepedulian dan cinta kami atas species langka ini, bukan maksud lain ! Akhirnya mereka mulai ramai berdiskusi tentang bagaimana cara pencabutan dan pengangkatan pohon yang mereka sendiri tidak tahu berat bobotnya ! apalagi mereka juga tidak tahu akan pengetahuan dasar karakter pohon ini seperti kadar air yang tersimpan di batangnya yang luarbiasa besarnya sehingga kalau serat batang/cellulose kambium sampai terluka parah maka pohon akan mati membusuk secara perlahan dari dalam. Celaka, mereka tetap melaksanakannya karena dikejar target sebelum lebaran kata pak Komandan Tim dengan pongahnya sambil senyum2 ga lucu minta ditabok (untung puasa, batal juga kali ya gara2 nahan marah dan mencoba untuk tersenyum terus nih). Total Madness of Overblown Human Ego yang cenderung menggampangkan sesuatu yg usianya lebih tua dari kakek mereka sendiri...! - Kegiatan mereka berhenti hanya karena mereka akhirnya bingung untuk melaksanakan apalagi setelah beberapa pengambilan keputusan secara spontan tanpa ada pengetahuan yang cukup dan membiarkan 2 pohon yang sudah mereka lukai ( baca "amputasi" ). Mereka akan meneruskan kegiatan ini pada pagi hari ini 28 agustus 2010 dengan target membawa ( baca " 1 pohon yang memang pantas untuk diselamatkan + 1 pohon rampokan dengan kondisi luka parah dan meninggalkan 1 pohon terluka parah terbengkalai tanpa perawatan khusus ) selama 3 hari sehingga akan sampai di halaman kantor Rektorat UI pada hari Selasa siang/sore tanggal 31 agustus 2010. - Puncak kemarahan saya adalah ketika saya mendengar bahwa mereka akan meneruskan pemindahan pohon2 lainnya di masa depan. Sempat saya berbincang sebentar dengan direktur perkebunan tebu itu yang dengan nada sedihnya menyatakan keprihatinannya. Saya tahu bahwa ia hanya menuruti perintah pak Boss tanpa bisa melawan meskipun tidak menyatakannya secara eksplisit. Kawan semua, saya menghimbau untuk ikut mencegah kegiatan yang mulanya terdengar baik ( "Penyelamatan spesies pohon langka" ) yang berubah menjadi kegiatan sembrono dan asal2an yang dilakukan oleh kalangan akademis.  Hal ini untuk saya pribadi adalah sebuah pemandangan menjijikkan yang dilakukan oleh manusia yang seharusnya lebih berhati hati atas ciptaan Tuhan yang luar biasa ini. Please help, I'm really tired, sicked, worried and totally outraged by these unacceptable-ignorant acts. Terima kasih banyak atas perhatiaannya PS : mereka juga masih bingung mau ngangkat pake crane ukuran berapa ton karena belum bisa memperkirakan bobot-mati si pohon. Juga mereka masih bingung mau lewat route jalan mana ( pintu tol mana yang cukup untuk dilewati pohon seukuran itu ). Rupanya mereka penganut aliran " Gimana nanti aja deh, pokoknya udah mulai harus keliatan kerja aja " Ampuuunnn.....! 
|
|
|
#5 Sat Aug 28, 2010 6:03 am
|
|
Member
Registered: Aug 2010
Posts: 6
|
Kawan Ary, tolong bantu update foto2 terakhir yang saya kirim via email.
Terima kasih ya 'Ry
|
|
|
#6 Sat Aug 28, 2010 8:09 am
|
|
Member
Registered: Aug 2010
Posts: 1
|
Maaf, apa memang sudah yakin bahwa masyarakat akan `merusak` pohon itu dimasa yang akan datang? bukankah selama ini masih terjaga?
|
|
|
#7 Sat Aug 28, 2010 10:37 am
|
|
Moderator
Registered: Mar 2009
Posts: 2714
Location: jakarta
|
wah.. kok ceritanya menjadi sad story nih.. team NGi ada yg bisa bantu lobbi ke tingkat yg lebih tinggi kah ? _______________ dream big dream and catch it !
|
|
|
#8 Sat Aug 28, 2010 11:29 am
|
|
Moderator
Registered: Mar 2009
Posts: 1813
|
agn wrote Maaf, apa memang sudah yakin bahwa masyarakat akan `merusak` pohon itu dimasa yang akan datang? bukankah selama ini masih terjaga?
..untuk 3 pohon yang di tepi jalan dan permukiman mas, bukan merusaknyanya. mereka terpikir menebang karena berada di tepi bangunan (akarnya mengangkat bangunan). makan cara terbaik adalah memindahnya bukan mematikan. dan masyarakt yang awam menjadi lega karena solusinya baik tanpa membunuh si pohon.
|
|
|
#9 Sat Aug 28, 2010 12:05 pm
|
|
Moderator
Registered: Mar 2009
Posts: 1813
|
update foto, aktivitas gali seadanya cuma pake tukang pacul   « Last edit by siary on Sat Aug 28, 2010 12:11 pm. »
|
|
|
#10 Sat Aug 28, 2010 12:07 pm
|
|
Moderator
Registered: Mar 2009
Posts: 1813
|
save our Baobab! 
|
|
|
#11 Sat Aug 28, 2010 4:51 pm
|
|
Member
Registered: Aug 2010
Posts: 6
|
berita terakhir per hari ini mereka sudah berhasil mendoyongkan 2 pohon. Rencananya mereka akan membawa 2 pohon pertama ke kampus UI - Depok pada hari Senin malam dan akan tiba pada hari Selasa pagi-siang di kampus. Team redaksi TvOne sudah saya beri info.
|
|
|
#12 Sun Aug 29, 2010 12:45 pm
|
|
Member
Registered: Jan 2010
Posts: 3
|
turut prihatin...
btw, definisi 'langka' yang disini apa ya?
|
|
|
#13 Tue Aug 31, 2010 5:39 pm
|
|
Administrator
Registered: Jan 2009
Posts: 1064
Location: Jakarta
|
widhibek wrote wah.. kok ceritanya menjadi sad story nih.. team NGi ada yg bisa bantu lobbi ke tingkat yg lebih tinggi kah ?
Kita mesti pelajari lagi persoalannya dari awal, agak ribet ya kalau melibatkan sekian banyak lembaga/pihak  _______________ Administrator Forum NGI Online
|
|
|
#14 Wed Sep 01, 2010 6:03 am
|
|
Moderator
Registered: Mar 2009
Posts: 1813
|
Administrator wrote widhibek wrote wah.. kok ceritanya menjadi sad story nih.. team NGi ada yg bisa bantu lobbi ke tingkat yg lebih tinggi kah ?
Kita mesti pelajari lagi persoalannya dari awal, agak ribet ya kalau melibatkan sekian banyak lembaga/pihak
..bener oom, yang penting gak ada kepentingan atas nama kesenangan trus seenaknya memindah tanaman ke kampusnya itu lho... 
|
|
|
#15 Wed Sep 01, 2010 2:31 pm
|
|
Member
Registered: Sep 2010
Posts: 2
|
Baobab memang pohon tua dan tergolong langka. Sebaiknya kita berpikiran positif semoga pemindahan pohon itu bertujuan bagus untuk menjaga kelestariannya. Karena pemindahannya di lingkungan UI siapa tau kelak bisa menghasilkan sarjana, master, atau bahkan doktor periset baobab sehingga pengetahuan tentang adansonia digitata itu bisa semakin berkembang di Indonesia. Salam peace, 
|
|
|
#16 Wed Sep 01, 2010 2:44 pm
|
|
Member
Registered: Sep 2010
Posts: 1
|
Baobab memang fenomenal. Ada yang bilang baobab merupakan sukulen dengan diameter batang terbesar di dunia. Pastinya bukan hal gampang memindahkannya. Kita doakan saja, semoga 2 baobab yang sudah dipindahkan ke UI dapat hidup dan selamat. Amin...Amin...
|
|
|
#17 Wed Sep 01, 2010 2:48 pm
|
|
Member
Registered: May 2010
Posts: 130
Location: Jakarta/Bandung
|
waduh...ini sih bukan aksi penyelamatan namanya. Tapi aksi pencurian yang mengatasnamakan penyelamatan. Saya coba lapor ke temen di greenpeace ya...
|
|
|
#18 Thu Sep 02, 2010 2:17 am
|
|
Moderator
Registered: Mar 2009
Posts: 1813
|
..kabar terakhir 2 pohon yang direlokasi ke UI, 1 diantaranya mengalami pembusukan akibat penanganan pemindahan yang tidak semestinya.
|
|
|
#19 Thu Sep 02, 2010 10:43 pm
|
|
Member
Registered: Aug 2010
Posts: 6
|
Informasi terakhir, sbb ;
- Pembusukan pada akar ternyata ditemukan pada saat penggalian berlangsung yang mungkin diakibatkan oleh tertahannya pertumbuhan akar. Setelah beberapa teman mengusahakan beberapa tindakan maka diharapkan pohon tersebut selamat di tempat tumbuh barunya. - Pihak rektorat UI juga mengundang kami untuk dapat berdiskusi mengenai misi penyelamatan berbagai spesies langka di Indonesia dengan syarat & ketentuan yang dapat dimengerti banyak pihak. Salah satu dari hal yg paling penting untuk terjaga adalah prinsip2 konservasi dan metoda tindakan untuk tiap2 kasus yang harus diperhatikan sesuai dengan karakter species masing2. Rektorat UI juga menyatakan akan adanya penelitian yang berkesinambungan mengenai spesies langka yg berada di Indonesia dan akan melibatkan banyak pihak dengan semangat konservasi. Salah satu contohnya bahwa biji2 dari pohon baobab ini dapat diolah menjadi bubur konsumsi sebagai sumber serat & vit. C yang baik kandungannya, UI bahkan sudah menyajikannya sendiri kepada beberapa orang.
Hal tersebut di atas adalah berita dari seorang sahabat baik saya yang sudah berusaha keras utk memantau proses penyelamatan 2 pohon baobab tersebut yang saya terima sore tadi menjelang buka puasa. Tanggapan pribadi saya ; - saya harus berkata jujur bahwa upaya peneyelamatan spesies langka ini ( baobab ) adalah pantas dalam kaidah & aturan yang masih kurang jelas. Tetapi hal yang penting adalah bagaimana peristiwa ini harus terlihat sebagai awal dari kegiatan kita bersama dalam rangka Konservasi Species Langka di Indonesia. Dengan adanya keterbukaan dari pihak Rektorat UI untuk melibatkan banyak pihak maka dapat saya lihat sebagai awal yang baik & tepat.
ps :
2 Pohon tersebut sudah tertanam di halaman kampus UI - Rektorat, titip2 dong untuk nengokin pohon2 itu......kayaknya pasti banyak yang tertarik kan ?
|
|
|
#20 Thu Sep 02, 2010 11:11 pm
|
|
Member
Registered: Sep 2010
Posts: 2
|
Bersama kita bisa. Semoga dengan banyaknya keterlibatan dari berbagai pihak,misi penyelamatan pohon-pohon langka di Indonesia berjalan sukses. Tentang pembusukan akar yang terjadi pada salah satu pohon yang dipindahkan, tampaknya memang sudah berlangsung lama. Itu terlihat dari pertumbuhan pohon yang jauh lebih kecil ketimbang pohon disebelahnya yang lebih kekar. Padahal keduanya diduga berumur sama. Kerusakan akar itu kemungkinan membuat transportasi nutrisi tidak maksimal sehingga pohon tumbuh lebih kecil. Salam peace,  « Last edit by frisky on Thu Sep 02, 2010 11:13 pm. »
|
|
|
#21 Tue Nov 23, 2010 4:23 pm
|
|
Member
Registered: Nov 2010
Posts: 2
|
Bung Siary... saya tertarik menulis tentang pohon baobab ini untuk majalah kami. Apa boleh kami pinjam foto-fotonya? Apakah di Suabng warga desa masih ditinggali pohon baobab? Atau dibawa semua ke UI ya?
|
|
|
#22 Tue Nov 23, 2010 10:17 pm
|
|
Moderator
Registered: Mar 2009
Posts: 1813
|
maswahyu wrote Bung Siary... saya tertarik menulis tentang pohon baobab ini untuk majalah kami. Apa boleh kami pinjam foto-fotonya? Apakah di Suabng warga desa masih ditinggali pohon baobab? Atau dibawa semua ke UI ya?
..yang dibawa ke UI sebagian aja mas, beberapa masih ada. dan temen2 bersama tim trubus juga menemukan di beberapa daerah. menarik sekali kalo mau menelusuri terutama dari sisi sejarahnya. ada temen namanya mas eko dan kang iwan, yang lebih berkompeten menjelaskan lebih lanjut.
|
|
|
#23 Wed Nov 24, 2010 10:11 am
|
|
Member
Registered: Nov 2010
Posts: 2
|
Makasih mas, Buat Mas Eko dan Kang Iwan kalau tidak keberatan saya ingin contact Anda. Saya ada di FB Potret Negeriku, mks.
|
|
|
#24 Wed Mar 28, 2012 8:30 pm
|
|
Member
Registered: Mar 2012
Posts: 2
|
dah lumayan tenggelam jauh ya ..  yuk bangkitin lagi menanam Baobab di Indonesia ... heehe
|
|
|
#25 Thu Mar 29, 2012 12:56 pm
|
|
Administrator
Registered: Feb 2009
Posts: 2477
Location: Bogor
|
Btw yg di UI dah tumbuh loh, betah dan cocok kayanya 
|